KABARREPUBLIK.ID, Gorontalo – Pemerintah Provinsi Gorontalo meraih tujuh penghargaan nasional sepanjang 2025 dan awal 2026. Capaian tersebut mencerminkan kemajuan pembangunan daerah di berbagai sektor strategis.
Penghargaan itu mencakup bidang kesehatan, hukum, tata kelola pemerintahan, komunikasi publik, percepatan penurunan stunting, ekonomi kreatif, dan perlindungan anak.
Deretan prestasi tersebut menunjukkan penguatan kinerja pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Prestasi terbaru datang dari sektor kesehatan. Direksi BPJS Kesehatan memberikan penghargaan kepada Pemprov Gorontalo atas capaian Universal Health Coverage (UHC) pada 18 Desember 2025.
Pemprov Gorontalo terus memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Program tersebut memungkinkan sekitar 8.000 warga setiap hari memanfaatkan layanan medis gratis.
Capaian itu kemudian turut mengantarkan Gorontalo meraih trofi peringkat III nasional dari Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan pada Januari 2026.
Pada sektor hukum, Menteri Hukum RI menyerahkan penghargaan kepada Gubernur Gorontalo pada 28 November 2025. Penghargaan tersebut mengakui keberhasilan Gorontalo membentuk Pos Bantuan Hukum di seluruh desa dan kelurahan.
Pemprov Gorontalo menghadirkan Posbakum di 729 desa dan kelurahan. Pemerintah daerah juga mengintegrasikan 1.458 paralegal untuk memperluas akses konsultasi hukum gratis bagi masyarakat kurang mampu.
Selanjutnya, Badan Kepegawaian Negara memberikan BKN Award 2025 kepada Pemprov Gorontalo pada 19 November 2025. Gorontalo meraih peringkat III nasional dalam pengelolaan ASN berbasis Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria.
Pemprov Gorontalo mendorong transformasi birokrasi melalui digitalisasi layanan kepegawaian. Pemerintah daerah memanfaatkan aplikasi SIMASN dan menerapkan manajemen talenta yang transparan.
Pada bidang komunikasi publik, Gorontalo meraih Juara I Nasional RRI Award 2025. Radio Republik Indonesia menyerahkan penghargaan tersebut pada 20 November 2025 di Jakarta.
Gorontalo menjadi daerah terbaik dalam kategori Konten Informasi Layanan Publik Daerah Terbanyak. Pemerintah daerah mengoptimalkan peran ASN untuk menyebarluaskan informasi pelayanan publik dan program pembangunan melalui berbagai platform digital.
Selain itu, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga bersama BKKBN RI memberikan penghargaan kepada Gorontalo atas keberhasilan menurunkan angka stunting pada 18 Oktober 2025.
Pemerintah pusat menilai Gorontalo menunjukkan komitmen dan konsistensi dalam menjalankan berbagai intervensi penurunan stunting. Langkah tersebut mendukung target penurunan stunting hingga di bawah 20 persen pada akhir 2025.
Di sektor ekonomi kreatif, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memberikan penghargaan Karisma Event Nusantara (KEN) 2025 kepada Gorontalo pada 27 September 2025.
Penghargaan tersebut memperkuat pengakuan terhadap Karawo sebagai warisan budaya daerah. Selain itu, Karawo juga menjadi penggerak ekonomi kreatif dan pariwisata Gorontalo. Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyerahkan penghargaan tersebut saat pelaksanaan Karnaval Karawo 2025.
Sementara itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menganugerahkan status Provinsi Layak Anak kepada Gorontalo pada 8 Agustus 2025.
Capaian tersebut mencatat sejarah baru bagi Gorontalo. Untuk pertama kalinya sejak program nasional berjalan pada 2006, Gorontalo berhasil memenuhi 24 indikator dalam lima klaster pemenuhan hak anak dan meraih status Provinsi Layak Anak.
Tujuh penghargaan nasional yang diraih sepanjang 2025 hingga awal 2026 tersebut memperkuat posisi Gorontalo sebagai daerah yang terus mendorong kemajuan pembangunan.
Pemprov Gorontalo terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperluas akses kesehatan dan hukum, memperkuat tata kelola pemerintahan, mengembangkan ekonomi kreatif, serta memenuhi hak-hak anak secara berkelanjutan.












