KABARREPUBLIK, Jakarta — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Gorontalo meraih penghargaan Terbaik 1 Nasional pada kategori Apresiasi Praktik Baik Dukungan Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026.
Capaian tersebut lahir dari penguatan tata kelola, percepatan layanan, dan strategi pelaksanaan yang dijalankan secara terintegrasi di bawah kepemimpinan Kepala Disdikbud Provinsi Gorontalo, Sudarman Samad.
Panitia menyerahkan penghargaan itu pada Malam Tasyakuran Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Jakarta. Sudarman Samad menerima langsung penghargaan tersebut sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan pelaksanaan TKA di Gorontalo.
Hasil penilaian nasional menempatkan Gorontalo di peringkat pertama. Provinsi ini berada di atas Jawa Tengah dan Papua dalam kategori praktik baik dukungan pelaksanaan TKA tahun 2026.
Di bawah arahan Sudarman Samad, Disdikbud Gorontalo memfokuskan pelaksanaan TKA pada peningkatan partisipasi peserta, penguatan pendampingan teknis, percepatan penanganan kendala, dan koordinasi lintas sektor. Strategi tersebut menjadi dasar untuk menjaga kualitas pelaksanaan TKA di seluruh wilayah Gorontalo.
Sudarman mengatakan tingginya keterlibatan satuan pendidikan dan peserta didik menjadi faktor utama yang mendorong keberhasilan tersebut.
“Untuk jenjang Sekolah Dasar, partisipasi satuan pendidikan mencapai 99,68 persen dengan tingkat partisipasi siswa sebesar 99,33 persen. Pada jenjang SMP, partisipasi sekolah mencapai 99,71 persen dan partisipasi siswa 99,01 persen,” ujar Sudarman.
Pada jenjang pendidikan menengah, partisipasi peserta TKA di SMA mencapai 99,03 persen. Sementara itu, partisipasi peserta SMK mencapai 99,43 persen.
Untuk menjaga mutu pelaksanaan, Disdikbud Gorontalo mengawal seluruh tahapan TKA sejak persiapan hingga pelaksanaan. Tim provinsi menggelar sosialisasi secara tatap muka dan virtual. Mereka juga mendampingi proktor serta teknisi agar setiap tahapan berjalan sesuai prosedur.
Disdikbud Gorontalo turut membuka layanan pengaduan berbasis Zoom Meeting. Layanan ini membantu tim teknis merespons dan menyelesaikan kendala di lapangan secara cepat dan terkoordinasi.
Selain itu, Disdikbud mengintegrasikan posko TKA dengan posko penyelia. Instansi tersebut juga melibatkan guru dan pengawas yang berpengalaman sebagai tim helpdesk UNBK dan ANBK tingkat provinsi.
Untuk memperkuat efektivitas pelaksanaan, Disdikbud Gorontalo menjalin koordinasi dengan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), Kementerian Agama, serta Dinas Pendidikan kabupaten dan kota. Kolaborasi tersebut memastikan seluruh tahapan TKA berjalan optimal.
Sudarman menegaskan bahwa penghargaan nasional ini menjadi motivasi bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Gorontalo untuk terus meningkatkan mutu layanan pendidikan.
“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi seluruh elemen pendidikan untuk terus menghadirkan pendidikan yang bermutu dan merata bagi semua,” kata Sudarman.












