KABARREPUBLIK.ID, Sulut – Pemerintah Provinsi Gorontalo terus mencarikan solusi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Gorontalo yang terdampak transisi Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) dari Bank SulutGo (BSG) ke Bank Tabungan Negara (BTN).
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, mengambil langkah koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan pembayaran kredit ASN tetap berjalan. Selain itu, pemerintah juga berupaya menjaga hak dan kewajiban keuangan ASN selama masa transisi perbankan.
Permasalahan tersebut muncul setelah perpindahan RKUD Pemerintah Kota Gorontalo dari BSG ke BTN. Kondisi itu memengaruhi mekanisme pembayaran kredit bagi sejumlah ASN yang memiliki pinjaman di BSG.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Gorontalo membangun komunikasi dengan pihak perbankan untuk merumuskan solusi yang sesuai ketentuan. Pemerintah juga menjalin koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sebagai pemegang saham pengendali BSG.
Selanjutnya, Gusnar Ismail mengarahkan seluruh proses koordinasi agar menghasilkan kepastian bagi ASN. Pemerintah ingin memastikan pembayaran kredit tetap berlangsung tanpa mengganggu stabilitas keuangan para pegawai.
“Pemerintah Provinsi Gorontalo mengimbau ASN untuk tetap tenang dan berpikir kooperatif selama masa transisi perbankan berlangsung. ASN yang terdampak juga diharapkan mematuhi skema pembayaran yang telah disepakati oleh instansi terkait demi menjaga stabilitas keuangan daerah,” ungkap Gusnar.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Gorontalo menegaskan bahwa perpindahan mitra perbankan daerah tidak menghapus kewajiban kredit yang telah berjalan. Oleh sebab itu, pemerintah mendukung mekanisme pembayaran yang menjamin cicilan kredit tetap tersalurkan sesuai jadwal.
Selain menjaga kepastian bagi ASN, pemerintah juga berupaya mempertahankan hubungan kerja sama yang baik dengan BSG. Untuk itu, komunikasi antara Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berlangsung.
Melalui langkah tersebut, Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap seluruh proses transisi perbankan berjalan lancar. Dengan demikian, ASN dapat memenuhi kewajiban kreditnya tanpa kendala dan layanan keuangan daerah tetap terjaga.












